Sertifikasi adalah proses penilaian untuk mendapatkan pengakuan terhadap
klasifikasi dan kualifikasi atas kompetensi dan kemampuan usaha di bidang jasa
konstruksi yang berbentuk usaha orang perseorangan atau badan usaha; atau proses
penilaian kompetensi dan kemampuan profesi keterampilan kerja dan keahlian
kerja seseorang di bidang jasa konstruksi
menurut disiplin keilmuan dan atau keterampilan tertentu dan atau
kefungsian dan atau keahlian tertentu.
sicu-pucu!
오늘 만나서 너무 행복 해요 >-</\
Monday, 29 May 2017
Prosedur Pendirian Badan Usaha Sertifikasi
Materi ke 3
Berikut prosedur pendirian badan usaha yang tersertifikasi
Wednesday, 26 April 2017
Undang - Undang tentang Hak Cipta di Indonesia
Materi ke 2
UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak
Cipta menyatakan bahwa Hak Cipta adalah hak yang mengatur karya intelektual di
bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang dituangkan dalam bentuk yang khas
dan diberikan pada ide, prosedur, metode atau konsep yang telah dituangkan
dalam wujud tetap. Untuk mendapatkan perlindungan melalui Hak Cipta, tidak ada
keharusan untuk mendaftarkan. Pendaftaran hanya semata-mata untuk keperluan
pembuktian belaka. Dengan demikian, begitu suatu ciptaan berwujud, maka secara
otomatis Hak Cipta melekat pada ciptaan tersebut. Biasanya publikasi dilakukan
dengan mencantumkan tanda Hak Cipta ©.
Perlindungan hukum terhadap
pemegang Hak Cipta dimaksudkan sebagai upaya untuk mewujudkan iklim yang lebih
baik bagi tumbuh dan berkembangnya semangat mencipta di bidang ilmu
pengetahuan, seni dan sastra. Ada beberapa istilah yang sering digunakan dalam
Hak Cipta, antara lain:
Thursday, 16 March 2017
Profesi dan Profesionalisme
PROFESI
Materi ke - 2
Materi ke - 2
Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal
yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan
keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetap sesuai. Tetapi dengan
keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup disebut
profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek
pelaksanaan, dan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek
CIRI-CIRI PROFESI
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada
profesi, yaitu :
·
Adanya pengetahuan khusus, yang
biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan
dan pengalaman yang bertahun-tahun.
·
Adanya kaidah dan standar moral
yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan
kegiatannya pada kode etik profesi.
·
Mengabdi pada kepentingan
masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan
pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
·
Ada izin khusus untuk
menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan
kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan,
keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu
profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
·
Kaum profesional biasanya
menjadi anggota dari suatu profesi.
PROFESIONALISME
Profesionalisme
berasal dari kata bahasa Inggris profesionalism yang secara leksikal berarti
sifat profesi. Sifat yang dimaksud adalah seperti yang dapat ditampilkan dalam
perbuatan, bukan hanya dalam kata-kata saja. Untuk menunjukkan seseorang itu
profesional adalah dengan perbuatan yang dilakukan bukan hanya dalam kata-kata
yang diucapkan saja.
Profesionalisme
dapat diartikan sebagai komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan
kemampuan profesionalnya dan terus-menerus mengembangkan strategi- strategi
yang digunakan dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya tersebut.
KODE ETIK PROFESIONALISME
Saturday, 18 June 2016
Penalaran dalam Kalimat Efektif
PENALARAN
(reasoning) adalah proses mental
dalam mengembangkan pikiran logis (nalar) dari beberapa fakta atau prinsip
(KBBI,2005:772). Hal yang diutamakan dalam penalaran adalah proses berpikr
logis dan bukan dengan perasaan atau bukan pengalaman. Penalaran tidak akan tercapai jika tidak didukung oleh kesatuan dan
kepaduan kalimat. Dalam penalaran alur berpikirlah ang ditonjolkan agar kalimat
dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dipahami dengan benar dan tepat sehingga
tidak menimbulkan kesalahpahaman atau salah
kaprah. Kesatuan pikiran
akan logis jika
didukung atau dikaitkan dari gabungan unsur
atau fungsi kalimat.
Hubungan
logis dalam kalimat dapat dilihat melalui kaitan antarunsur dan kaitan
antarbagian kalimat. Hubungan logis dalam kalimat terdiri atas tiga jenis hubungan
berikut.
(1)
Hubungan
logis koordinatif adalah hubungan setara di
antara bagian- bagian
kalimat dalam kalimat
majemuk setara. Hubungan logis koordinatif ini ditandai dengan
konjungsi dan, serta, tetapi, atau, melainkan, sedangkan, padahal.
Contoh: Mobil itu kecil tetapi pajaknya sangat
besar.
(2)
Hubungan
logis korelatif adalah hubungan saling kait di
antara bagian kalimat. Hubungan korelatif ini ditandai oleh
konjungsi berikut.
Kevariasian dalam Kalimat Efektif
KEVARIASIAN
dalam kalimat efektif adalah upaya penulis menggunakan berbagai pola kalimat
dan jenis kalimat untuk menghindari kejenuhan atau kemalasan pembaca
terhadapteks karangan ilmiah. Fungsi utama kevariasian ini adalah menjaga
perhatian dan minat baca terhadap
teks ilmiah berlanjut bagi
pembaca. Pada dasarnya kevariasian adalah upaya penganekaragaman pola, bentuk,
dan jenis kalimat agar pembaca tetap termotivasi membaca dan memahami teks
sebuah karangan ilmiah. Agar kevariasi dapat menjaga motivasi pembaca terhadap
teks, penulis perlu memperhatikan hal-hal berikut.
(1)
Awal
kalimat tidak selalu dimulai dengan unsure subjek, tetapi kalimat dapat dimulai
dengan predikat dan keterangan sebagai variasi dalam penataan pola kalimat.
(2)
Kalimat yang
panjang dapat diselingi dengan kalimat yang
pendek.
(3)
Kalimat
berita dapat divariasikan dengan kalimat Tanya, kalimat perintah, dan
kalimat seruan.
(4)
Kalimat aktif
dapat divareiasikan dengan
kalimat pasif.
(5)
Kalimat
tunggal dapat divariasikan dengankalimat majemuk.
(6)
Kalimat taklangsung dapat divariasikan dengan
kalimat langsung.
(7)
Kalimat
yang diuraikan dengan kata-kata dapat divariasikan dengan tampilan gambar,bagan,grafik, kurva,
marik, dan lain-lain.
(8)
Apa pun bentuk kevariasian yang dilakukan oleh penulisjangan sampai mengubah atau keluar dari
pokok masalah yang
dibicarakan.
Kesejajaran dalam Kalimat Efektif
KESEJAJARAN
(PARALELISME) adalah upaya penulis merinci unsure yang sama penting dan sama
fungsi secra kronologis dan logis dalam kalimat.
Dalam kalimat dan paragraph, raincian itu harus menggunakan bentuk bahasa yang
sama, yaitu rincian sesama kata, sesama prasa, sesama kalimat. Kesamaan bentuk
dalam paralelisme menjaga pemahaman yang fokus
bagi pembaca dan sekaligus menunjukkan kekonsistenan sebuah kalimat
dalam penulisan karya ilmiah.
Hal-hal
yang harus diperhatikan dalam kesejajaran rincian kalimat efektif adalah
sebagai berikut.
(1)
Tentukanlah
apakah kesejajaran beradabentuk bahasa kalimat atau paragraf.
(2)
Jika urutan
rincian dalam bentuk
frasa, rincian uruan berikut harus dalam bentuk frasa juga.
(3)
Penomoran dalam
rincian harus konsisten.
(4)
Perhatikanlah penempatan tanda baca yang benar.
(5) Hindarilah gejala ekonomi bahasa yang bermakna sama: seperti……dan lain
lain, antara lain…..
Sebagai berikut, yakni:….
Penekanan dalam Kalimat Efektif
Dalam
kalimat efektif PENEKANAN ATAU PENONJOLAN adalah upaya penulis untuk memfokuskan
kata atau frasa dalamkalimat. Penekanan dalam
kalimat dapat berupa kata,frasa,klausa, dalam kalimat yang dapat berpindah- pindah. Namun,penekanan tidak
sama dengan penentuan gagasan utama dan ekonomi bahasa. Penekanan dapat
dilakukan dalamkalimat lisan dan kalimat
tulis. Pada kalimat lisan,penekanan dilakukan dengan intonasi yang
dapat disertai mimik muka
dan bentuk nonverbal lainnya. Penekanan dalam
kalimat tulis dapat dilakukan dengan
cara-cara berikut.
Subscribe to:
Posts (Atom)